my story

pieter poep

pieter poep

cari-cari di otaku

Jumat, 30 April 2010

dengan penuh cinta

dari waktu itu hanya sebuah kisah yang akan berakhir percuma..
hingga sekarang tak ada yang pasti .
tak ada keberanian untuk melewati itu dengan penuh cinta..

dan dia hanya tersenyum kecut yang baru kulihat hanya hari itu..
apa yang akan terjadi nanti aku dan dia pun tak berani untuk menata nya dengan pikiran yang lebih baik.

 ini terbuang tanpa ada cinta didalamnya!!

bertahan atau berakhir?
pilihan yang sulit untuk sebuah resiko..

arinouse 14

yang minum susu dari botol

apa yang kulihat kini sulit untuk di terjemahkan..
dimana tawa manja mereka sekarang tak seindah tawa dijaman ku dulu.
mereka kini minum susu tak lagi dengan asi.
orang tua mereka lebih senang jika anak mereka minum susu dari sapi.
dan berharap anak mereka tumbuh dengan moral dan kepribadian yang luar biasa.

salah siapa?
jika kini yang kulihat anak-anak mereka tumbuh dengan tawa sinis.
dimana pengarhagaan terhadap orang tua hanya sebagai formalitas.
dan perhargaan tentang hidup hanya sebatas hari.

apa karena mereka minum susu dari botol yang berwarna?
jadi mereka tidak merasa kalau mereka pintar dan hebat karena orang tua..
padahal mereka (orang tua) berjuang keras agar kita dapat bernafas di tempat semestinya..

kini renungkan..
seberapa penting mereka untuk kita
dan seberapa peduli kita terhadap nasib mereka yang minum susu dari botol berwarna??

jawaban yang pertanyaannya kubuat sendiri

melangkah dengan pasti hanya akan membawakan beban yang kuat
menginjak -injak tubuhku dengan satu ton pertanyaan,
yang terkadang bisa ku jawab dengan sempurna.

dengan gundah yang merangsek masuk kedalam pikiran yang telah penuh dengan gundah mereka.
aku bertahan dengan selalu menyapa dengan air mata..
melewati harapan yang hampir terbakar semuanya,berharap hangus tanpa sisa...

ah,......
semua ini hanya pikiran-pikiran kotorku tentang apa yang sedang terjadi..
yang kutahu mereka hanya menatap tanpa ragu sahabatnya yang telah hampir mati terhimpit beban pertanyaan yang jawabannya telah kubuat sendiri..

pertanyaanku...
kepada apa yang telah kujawab...
berharap mati ini tanapa pertanyaan mereka..

merubah dunia menjadi surga

merubah keadaan yang tak pasti ini sama hal nya sesulit merubah dunia menjadi surga..
dengan pikiran_pikiran kotor yang yang terus menjadi topik utama sisi dalam kepala mereka..
inginkan apa saja yang bisa di jarah...
bahkan sosial dan kepribadian orang -orang yang tak menyadari ada dalam dirinya pun ikut diambil dengan iming-iming surga yang tak pernah tahu bentuknya...

ah....
mereka,itu hanya mereka..
aku tak sedikitpun peduli..

aku hanya lebih peduli tentang apa yang mereka ambil dengan topeng tarian itu,
ku rasa mereka lebih rasional.
aku juga lebih kasihan pada mereka ,
yang tak tahu jati diri mereka sendiri..
mereka siapa?
bisa kita sebut pencuri?
ah...bukan...
hanya ingin dikenal mungkin...
ku rasa itu lebih tepat....


semua dijarah.....
kita diam dan hanya menunggu berita..
mungkin itu pilihan paling bijak,
dari pada kita bertindak primitif,sikap yang sering di contoh kan di film aksi...

kenapa sebagian dari mereka berfikir hidup hanya sementara ?
padahal hidup katanya berlanjut sampai surga.......?
eemmm...
mungkin itu alasan mengapa mereka ingin merubah dunia jadi surga..

ah....

tentang rinduku

ini tentang rindu
yang selalu kubuat tampak indah
saat malam hadirkan tangis yang tampak lebih haru saat merindukan kalian...
ini tentang kita,
dengan kisah kita yang terus merenta disetiap detik kerinduan ini...

sahabatku,keluargaku dan orang yang terkasih..
ini rindu kubuat dan kuhadirkan untuk kalian,hanya kalian dunia ini...

dan rindu ini akan selalu menjadi tembang kehampaan yang abadi
bagi jiwa yang menginginkan rindu itu ada....
dan inilah kerinduanku.

Menurut otakku yang bodoh

Perkara apa lagi selanjutnya?
Dari yang besar sampai yang menurutku sepele pun sudah kita beritakan bersama..
Apakah tanah yang ku pijak ini sudah terlalu amat sangat aman?
Sehingga para pengadil itu meluangkan waktu untuk sekedar memberi keputusan terhadap masalah kakau dua buah yang telah dicuri oleh nenek yang buta huruf itu ...

Dan kini muncul pertanyaan di otak bodohku yang mengisi tengkorak jelek ini...
 "Pantaskah?"
bila dibandingkan dengan mereka yang mencuri uang para manusia yang taat membayar pajak itu?
Dan jumlahnya bisa membeli kebun kakau beserta karyawan nya..      
H  a ha..

 Dan bila para korup itu diadili prosesnya hukuman tak  secepat nenek yang tak bisa membaca itu... "Kenapa?" apakah karena lain kasta mungkin ya...? 
Aku senang jika para pengadil dikota tanah basah ini sudah menjalankan tugas dengan baik tidak pandang bulu,pencuri tetaplah pencuri,..  

Ini mengingatkan aku lagi pada pepatah lama "yang kaya makin kaya,yang miskin makin kaya penderitaan"   semuanya butuh keadilan,..
Tapi apakah nenek si miskin ada tim pengacara yang siap membela..
Meski dibayar dengan hasil pencurian dua buah kakau? 

Eemm....Menurut otakku yang bodoh ini tentu itu tidak adil...                 
Celoteh ini ngawur...Hahaha... Jangan terlalu di dengar..
Karena ini hanya ungkapan orang yang mempunyai otak bodoh yang pastinya tak mengerti hukum,             

aku ini hidup dijaman apa ya?

Aku dan tentang perasaanku untuknya

"saat kini aku mulai mengering,aku terbang kemana-mana angin membawaku..
dengan jiwa yang mengerontang aku menjadi debu,..

Mengalun dengan senyap,
jiwa-jiwa yang kedinginan ini merangsek masuk ke dalam selimut malam kelam tanpa wajah..
Aku menjadi malam.

Tak seburuk perasaan ini,
yang merubah dunia menjadi indah tanpa dirinya,
tanpa desah nafasnya..

Dan ketika ini berubah..
Aku yakin tentang dirinya.

sebuah ironi mengasihani

Hari ini..
Pikiranku sedikit bekerja keras untuk mengartikan apa yang sedang ku lihat..
Jika ini punya arti lebih,ku harap sempurna..

Tentang mereka telah ku dengar dengan sepenuh hati yang sedikit tercabik.perih..
Mengisyaratkan aku untuk lebih mengerti apa yang mereka rasakan dan mereka harapkan..
Kini Aku memperhatikan dengan diam..
Muncul sebuah pertanyaan..
kapan?
Kapan itu akan terjadi padaku?
Kapan itu akan aku pikirkan?

Dengan Sebuah rasa yang menyala merah muda dan rasa lapar yang tertahan..
Mereka mengais isi kepala mereka sendiri hanya untuk mencari apa yang jadi bagian mereka,
tapi kenapa di tong sampah itu?
Aku,masih diam..tapi kali ini dengan rasa iba.
Adilkah..?

Ingin kuberi mereka sedikit nasi hangat dari rumahku..
Tapi,keluargaku mau makan apa jika kuberikan sedikit pada mereka..?
Masih dalam diamku.

Sedetik ini,Mereka sadar sedang diperhatikan, kemudian berbalik memperhatikan ku yang masih terdiam..

Kemudian tersenyum ke arahku,sambil berkata pada anaknya yang paling bungsu "nak,ajaklah orang itu makan bersama kita"

dan aku masih tetap hanya diam..

(sebuah kenyataan yang ganjil)

ceritaku takkan usai

ini telah menjadi akhir dimana ceritanya baru diawali.
ini telah menjadi awal dimana akhirnya telah menjadi cerita...
ini menjadi kenangan.
aku takkan pernah selesai berhenti bercerita,
ketika semuanya aku mulai dengan akhir yang menjadi awal,cerita cintaku.

aku dan ceritaku ini takkan pernah usai,
sampai kalian tertidur didalam pelukanku.cintaku.
ketika besutan pena ini tak bertinta lagi pun,
aku akan sangat rela mengisinya dengan darahku,agar aku tetap dapat menulis cerita untukmu..

sang pelayan: MATAHARI PALING TERANG oleh:edo permadi

sang pelayan: MATAHARI PALING TERANG oleh:edo permadi

MATAHARI PALING TERANG oleh:edo permadi

Matahari paling terang telah datang,
dari sudut wajah keemasanmu yang mengaku sudah bilang suka mengabdi pada tuhan dan pada ibu-ibu kehidupan.

di matamu yang dalam itu suara matahari paling terang telah datang, gemerisiknya seperti pasir musim kemarau :
tertiup panas dan meresap di kulit,
wajahmu yang keemasan menjadi pembelaan diri atas kehidupan.

aku ambil keputusan saat genting,
memecah jalan pikiran yang berprinsip, dan menyimpulkan mati.

adakah kau diam saat genting ?
memecah pendapat dari seribu geguritan karya mahasiswa-mahasiswa yang sebentar lagi jadi sarjana,
tepat ketika matahari paling terang terbit di musim kemarau.

tuhan menghiburku dengan kebodohan.

sleman,
26 april 2010

Selasa, 13 April 2010