Perkara apa lagi selanjutnya?
Dari yang besar sampai yang menurutku sepele pun sudah kita beritakan bersama..
Apakah tanah yang ku pijak ini sudah terlalu amat sangat aman?
Sehingga para pengadil itu meluangkan waktu untuk sekedar memberi keputusan terhadap masalah kakau dua buah yang telah dicuri oleh nenek yang buta huruf itu ...
Dan kini muncul pertanyaan di otak bodohku yang mengisi tengkorak jelek ini...
"Pantaskah?"
bila dibandingkan dengan mereka yang mencuri uang para manusia yang taat membayar pajak itu?
Dan jumlahnya bisa membeli kebun kakau beserta karyawan nya..
H a ha..
Dan bila para korup itu diadili prosesnya hukuman tak secepat nenek yang tak bisa membaca itu... "Kenapa?" apakah karena lain kasta mungkin ya...?
Aku senang jika para pengadil dikota tanah basah ini sudah menjalankan tugas dengan baik tidak pandang bulu,pencuri tetaplah pencuri,..
Ini mengingatkan aku lagi pada pepatah lama "yang kaya makin kaya,yang miskin makin kaya penderitaan" semuanya butuh keadilan,..
Tapi apakah nenek si miskin ada tim pengacara yang siap membela..
Meski dibayar dengan hasil pencurian dua buah kakau?
Eemm....Menurut otakku yang bodoh ini tentu itu tidak adil...
Celoteh ini ngawur...Hahaha... Jangan terlalu di dengar..
Karena ini hanya ungkapan orang yang mempunyai otak bodoh yang pastinya tak mengerti hukum,
aku ini hidup dijaman apa ya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar